Strategi Tottenham yang Tak Cukup Atasi Dominasi PSG di Piala Super UEFA!

Bagikan

Tottenham Hotspur harus mengakui keunggulan Paris Saint-Germain dalam adu penalti Piala Super UEFA setelah bermain imbang 2-2 selama 90 menit. Dibawah ini anda akan melihat informasi mengenai sepak bola menarik hari ini yang telah dirangkum oleh .

Strategi-Tottenham-yang-Tak-Cukup-Atasi-Dominasi-PSG-di-Piala-Super-UEFA!

Spurs sempat unggul dua gol berkat Micky van de Ven dan Cristian Romero, tetapi PSG berhasil menyamakan kedudukan lewat Lee Kang-in dan Goncalo Ramos di menit-menit akhir. Thomas Frank, pelatih Spurs, menyebut pertandingan ini sebagai “operasi yang sukses, tetapi pasiennya meninggal,” menggambarkan betapa dekatnya mereka dengan kemenangan meski akhirnya gagal.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Frank menerapkan formasi 5-3-2 di 20 menit terakhir untuk menahan serangan PSG, dengan Mohammed Kudus dipasang sebagai penyerang pendamping Richarlison. Meski strategi ini sempat efektif, dua gol PSG di akhir pertandingan memaksa pertandingan berlanjut ke adu penalti. “Kami menyusun rencana berbeda dan hampir berhasil,” ujar Frank. Sayangnya, kegagalan Van de Ven dan Mathys Tel dalam eksekusi penalti membuat Spurs harus puas dengan kekalahan 4-3.

Meski kalah, performa Spurs patut diapresiasi. Mereka menunjukkan ketangguhan melawan tim sekelas PSG, yang baru saja menjuarai Liga Champions. Frank menegaskan bahwa timnya harus belajar dari pengalaman ini, terutama dalam menghadapi tekanan di momen-momen krusial.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Momen Krusial yang Mengubah Jalannya Pertandingan

Tottenham Spurs tampil dominan di babak pertama dan berhasil mencetak dua gol cepat. Namun, PSG membalikkan keadaan dengan memasukkan Lee Kang-in dan Goncalo Ramos sebagai pemain pengganti. Keduanya langsung memberikan dampak signifikan, dengan Lee mencetak gol pada menit ke-85 dan Ramos menyamakan kedudukan di masa injury time. Perubahan strategi Luis Enrique dengan memperkuat lini serang terbukti efektif menggoyang pertahanan Spurs.

Kekalahan di adu penalti menjadi pukulan telak bagi Spurs, terutama setelah mereka tampil meyakinkan sepanjang pertandingan. Van de Ven dan Tel gagal mengeksekusi penalti dengan baik, sementara Nuno Mendes sukses membawa PSG meraih trofi. Frank mengakui bahwa adu penalti adalah lotere, tetapi ia menyesali ketidakmampuan timnya mempertahankan keunggulan di menit-menit akhir.

“Jika hasilnya seri dan kami kalah adu penalti, itu tetap pencapaian bagus,” kata Frank. Namun, ia menyadari bahwa timnya seharusnya bisa menutup pertandingan dengan lebih baik. Mentalitas dan konsentrasi di akhir laga menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.

Baca Juga: Duh! Manchester City Siap Bajak Target Transfer Chelsea

Pelajaran Berharga Menjelang Musim Baru

Pelajaran-Berharga-Menjelang-Musim-Baru

Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi Spurs sebelum memulai kampanye Liga Premier melawan Burnley. Frank memuji mentalitas pemainnya yang tetap bertahan meski kelelahan fisik dan tekanan dari PSG. “Banyak hal positif yang bisa diambil, terutama semangat tim,” ujarnya. Performa bek tengah seperti Van de Ven dan Romero menjadi sorotan, menunjukkan ketangguhan lini belakang Spurs.

Meski gagal meraih trofi, Spurs membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim elite Eropa. Frank berharap pengalaman ini dapat memacu timnya untuk lebih konsisten di musim depan. “Kami harus belajar dari kesalahan dan fokus pada pertandingan selanjutnya,” tegasnya. Dengan kedalaman skuat yang memadai, Spurs berpotensi menjadi pesaing serius di kompetisi domestik maupun Eropa.

Target Spurs dan PSG di Musim Mendatang

Spurs akan segera beralih fokus ke Liga Premier dengan laga perdana melawan Burnley. Frank menegaskan bahwa timnya harus segera melupakan kekalahan ini dan berkonsentrasi pada tujuan jangka panjang. Sementara itu, PSG akan memulai musim Ligue 1 melawan Nantes dengan motivasi tinggi setelah meraih trofi kelima mereka di tahun 2025.

Bagi Spurs, musim ini menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa mereka bisa konsisten bersaing di level tertinggi. Frank berkomitmen untuk memperbaiki kelemahan tim, terutama dalam mempertahankan keunggulan dan menyempurnakan strategi penalti. Di sisi lain, PSG terus menunjukkan dominasinya sebagai salah satu tim terkuat di Eropa, dengan ambisi meraih lebih banyak gelar musim ini.

Pertandingan Piala Super UEFA mungkin berakhir dengan kekecewaan bagi Spurs, tetapi semangat dan taktik yang ditunjukkan memberikan harapan baru bagi fans. Tantangan selanjutnya adalah mengubah performa positif tersebut menjadi hasil yang lebih konkret di kompetisi resmi. Manfaatkan juga waktu luang anda untuk mengeksplorasi lebih banyak lagi tentang berita sepak bola terupdate lainnya hanya dengan klik footballjetsofficialshop.com.