Columbus Crew resmi rekrut striker internasional Palestina, Wessam Abou Ali, sebagai Pemain Spesial (Designated Player) dengan kontrak hingga 2027 plus opsi perpanjangan hingga 2028. FOOTBALL JETS, akan membahas informasi menarik mengenai sepak bola hari ini, simak pembahasan ini.
Nilai transfer yang dibayarkan klub MLS tersebut dilaporkan mencapai 7,5 juta dollar. Ini mencerminkan keyakinan mereka terhadap kualitas pemain berusia 26 tahun ini. Issa Tall, Manajer Umum Crew, memuji karakter dan rekam jejak Abou Ali sebagai faktor utama keputusan transfer ini. “Dia adalah pencetak gol terbukti dengan mentalitas pemenang dan etos kerja luar biasa,” ujar Tall. Striker asal Denmark ini diharapkan dapat memperkuat lini serang Crew yang sedang mempersiapkan diri untuk bersaing di beberapa kompetisi musim depan.
Abou Ali datang dengan reputasi gemilang setelah membawa Al Ahly meraih gelar Liga Premier Mesir berturut-turut (2023-24 dan 2024-25) serta menjadi top skor musim 2023-24 dengan 18 gol. Prestasi ini melengkapi koleksi trofi lainnya, termasuk Piala Super Mesir 2024 dan Liga Champions CAF 2023-24.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Prestasi dan Statistik Mengesankan Abou Ali
Selama dua musim bersama Al Ahly, Wessam Abou Ali mencatatkan 38 gol dan 10 assist dari 60 penampilan di semua kompetisi. Salah satu momen puncaknya adalah mencetak hattrick melawan FC Porto dalam Piala Dunia Antarklub FIFA 23 Juni lalu di New Jersey, yang semakin memperkuat reputasinya sebagai striker klinis.
Kemampuannya dalam memanfaatkan peluang menjadi daya tarik utama bagi Crew. Statistik menunjukkan bahwa 63% tembakannya mengarah ke gawang. Lalu dengan tingkat konversi peluang mencapai 28% – angka yang sangat diidamkan klub-klub top.
Selain produktif di level klub, Abou Ali juga menjadi andalan Timnas Palestina sejak memutuskan untuk membela negara tersebut tahun lalu. Dalam 10 penampilan di kualifikasi Piala Dunia 2026, ia telah menyumbangkan 4 gol yang membantu Palestina tetap bersaing di Grup H.
Baca Juga: Andre Onana, Simbol Kekacauan di Bawah Mistar Man United?
Latar Belakang Unik dan Perjalanan Karier
Terlahir di Denmark, Abou Ali sempat membela timnas junior Denmark sebelum akhirnya memilih Palestina di level senior. Keputusan ini membuatnya menjadi simbol kebanggaan bagi komunitas Palestina di seluruh dunia, sekaligus menambah dimensi sosial dari transfer ini.
Perjalanan kariernya menunjukkan perkembangan konsisten – dari liga-liga Skandinavia. Lalu kemudian ke Mesir di mana ia mencapai puncak prestasi, dan kini siap menghadapi tantangan baru di MLS. Adaptasinya terhadap berbagai gaya permainan menjadi nilai tambah yang diharapkan bisa membantunya cepat berintegrasi dengan sistem permainan Crew.
Columbus Crew melihat potensi Abou Ali tidak hanya sebagai solusi jangka pendek, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang. Usia 26 tahun dianggap ideal untuk memaksimalkan produktivitasnya di MLS, sementara pengalaman internasionalnya diharapkan dapat membimbing pemain muda lainnya di skuad.
Ekspektasi dan Peran di Columbus Crew
Sebagai Pemain Spesial, Abou Ali akan langsung menjadi tumpuan utama lini serang Crew. Pelatih Wilfried Nancy diharapkan dapat memaksimalkan kemampuan teknis dan fisiknya dalam sistem 4-2-3-1 yang biasa diterapkan tim.
Kedatangannya juga dimaksudkan untuk meningkatkan daya saing Crew di Liga Champions CONCACAF 2025. Lalu mereka juga akan bertanding melawan tim-tim terbaik dari Amerika Utara, Tengah, dan Karibia. Target minimal adalah melampaui pencapaian musim lalu yang berhasil menjadi runner-up MLS Cup.
Dari perspektif komersial, transfer ini dinilai sebagai langkah cerdas Crew. Popularitas Abou Ali di kalangan komunitas Arab-Amerika dan penggemar sepak bola internasional diharapkan dapat meningkatkan basis suporter sekaligus nilai pasar klub di kancah global. Manfaatkan juga waktu luang anda untuk mengeksplorasi lebih banyak lagi mengenai berita sepak bola terbaru lainnya hanya dengan klik footballjetsofficialshop.com.