Kiper Liverpool, Alisson Becker, mengakui bahwa musim ini berjalan jauh di bawah ekspektasi. Juara bertahan Liga Primer saat ini menempati posisi keenam, terancam gagal lolos ke Liga Champions musim depan.

Alisson menyatakan kepada ESPN bahwa tim menyadari kekecewaan mereka sendiri. “Musim kami jauh, jauh di bawah (seharusnya). Kami menyadari itu, merasakannya, dan kami sadar akan hal itu. Untuk kualitas tim, untuk ukuran Liverpool,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa para pemain Liverpool sepenuhnya memahami tekanan dan ekspektasi tinggi dari klub.
Bagi Alisson, posisi saat ini bukan sekadar angka di klasemen, melainkan refleksi dari kondisi internal tim. Ia menekankan bahwa Liverpool tidak hanya menghadapi tantangan teknis, tetapi juga emosional dan psikologis.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Perubahan Tim yang Terlalu Signifikan
Alisson menyoroti jumlah perubahan di skuad sebagai faktor utama ketidakstabilan Liverpool musim ini. Tim yang memenangkan Liga Primer tahun lalu kini memiliki banyak perbedaan, termasuk dalam karakteristik dan gaya bermain.
“Jika hanya ada satu faktor, akan sangat sulit. Tapi jika Anda perhatikan, tim yang memenangkan Liga Primer tahun lalu dan sebelas pemain inti sekarang adalah tim yang sangat berbeda, bahkan dari segi karakteristik,” jelasnya. Perubahan besar ini mempengaruhi chemistry dan konsistensi performa di lapangan.
Hal ini menekankan pentingnya stabilitas dalam tim elite. Perubahan yang terlalu cepat bisa mengganggu keseimbangan, taktik, dan interaksi antar pemain di lapangan.
Baca Juga: Mohamed Salah dan Spekulasi Kepindahan dari Liverpool
Dampak Emosional Kematian Diogo Jota

Selain faktor teknis, Liverpool juga menghadapi tantangan emosional yang berat. Kematian tragis Diogo Jota menjadi pukulan besar bagi para pemain, yang harus menyeimbangkan kesedihan pribadi dan profesional.
“Kami mengalami masalah emosional yang melampaui batas kemanusiaan. Setiap orang menanganinya dengan caranya sendiri. Kami kehilangan seorang rekan tim, kami kehilangan seorang teman,” kata Alisson. Pengaruh psikologis ini menambah tekanan, terutama dalam pertandingan penting dan kompetisi ketat Liga Primer.
Alisson menekankan bahwa rasa kehilangan ini tidak dijadikan alasan, melainkan tantangan tambahan yang harus mereka atasi bersama sebagai tim.
Cedera dan Masalah Lain yang Menghambat Performa
Liverpool juga menghadapi serangkaian cedera yang memengaruhi performa. Kombinasi perubahan skuad, kehilangan pemain kunci, dan tekanan emosional membuat musim ini penuh ujian.
“Apa pun yang bisa Anda katakan, masalah yang bisa muncul dalam sepak bola, sebagian besar tantangan yang bisa terjadi, telah kami hadapi musim ini. Tapi kami tidak pernah menggunakan itu sebagai alasan. Kami berusaha melakukan yang terbaik,” ujar Alisson.
Dengan semua hambatan ini, Liverpool tetap berusaha menstabilkan performa agar bisa bersaing di Liga Primer dan mempertahankan peluang lolos ke Liga Champions. Musim ini menjadi pelajaran penting tentang pentingnya konsistensi, stabilitas, dan kekompakan tim di level tertinggi. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di footballjetsofficialshop.com.
